Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan pada Karya Ahmad Fuadi

Judul Skripsi : Analisis Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan pada Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi

 

A. Latar Belakang Skripsi

Novel Negeri Lima menara karya Ahmad Fuadi menggambarkan tentang kisah seorang anak dari Kabupaten Agam, Bukittinggi yang melanjutkan sekolah ke Pondok Madani di Jawa Timur. Keinginan masuk ke Podok Madani ini atas permintaan ibunya. Yang menarik setelah masuk ke Pondok Madani, ia terkesan dengan mantra dari kiayinya yaitu man jadda wa jadda, artinya bahwa siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, kedisiplinan yang kuat, persabatan yang tak pernah putus walau jarak memisahkan, dan cita-cita yang didasari dengan keyakinan yang kuat. Kisah ini diperankan oleh enam anak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Latar pesantren yang kuat dengan kedisiplinan menjadi latar cerita yang memikat dan memberikan nilai lebih bagi pembaca. Hal ini mengajarkan tentang pergaulan yang kuat, mandiri, belajar keras dan sampai belajar menjadi seorang pemimpi sejati. Kelebihan lain adalah gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami serta pencitraan dalam novel Negeri Lima menara mudah diekspresikan dan diinterprestasikan.Adapun alasan diangkatnya sosiologi sastra dan nilai-nilai pendidikan sebagai kajian karena novel Negeri Lima menara memiliki kelebihan tersendiri. Apalagi didukung masalah kehidupan sosial yang terjadi selama di dalam pesantren. Nilai pendidikan terlihat pada segala sesuatu yang terlihat melalui proses pendidikan. Baik bentuk pengalaman di menara, tatap muka di kelas dan hukuman yang dijatuhkan pada setiap anak yang melanggar peraturan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pandangan pengarang terhadap Pondok Madani dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi?
  2. Bagaimanakah aspek sosial budaya yang terdapat dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi?
  3. Bagaimana nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan pandangan pengarang terhadap Pondok Madani dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan aspek sosial budaya yang terdapat dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi.
  3. Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi.

 

D. Simpulan

1. Pengarang berpandangan bahwa Pondok Madani merupakan tempat untuk membentuk karakter seseorang dan menjadikan manusia berwawasan luas. Pondok Madani merupakan pondok yang memberi bekal hidup kepada murid dan mengharuskan muridnya untuk menggunakan bahasa asing selama 24 jam. Semua itu dapat dilakukan dengan usaha dan kerja keras seperti motivasi yang diajarkan di pondok man jadda wajadda.

2. Aspek Sosial Budaya yang Terdapat dalam Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi

  • Sistem Religi
  • Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial
  • Sistem pengetahuan
  • Bahasa,
  • Kesenian berupa kesenian kaligrafi dan bangunan
  • Sistem mata pencaharian yaitu berupa guru dan pegawai Pemda
  • Sistem peralata hidup dan komunikasi

3. Nilai-Nilai Pendidikan yang Terungkap dalam Novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi

  • Nilai Vitalitas atau Kehidupan Sosial yang berupa kisah kehidupan keluarga Alif yang sederhana.
  • Nilai spiritual atau nilai agama yang tokohnya beragama islam dan menampilkan kesediaan Alif untuk masuk ke Pondok
  • Nilai moral yang positif dan negatif.
  • Nilai budaya berupa supremasi masyarakat mengenai rumah makan padang yang terdapat atap bertanduk dan bertuliskan “RM Padang”.