Analisis Perkembangan Fungsi Wilayah dan Sektor Ekonomi Unggulan Kota Ternate

Judul Skripsi : Analisis Perkembangan Fungsi Wilayah dan Sektor Ekonomi Unggulan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara 2006-2010

A. Latar Belakang 

Kinerja perekonomian suatu daerah dapat dinilai dengan berbagai ukuran, secara umum kinerja tersebut dapat diukur melalui suatu besaran yang dikenal dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB bukan hanya berguna untuk menilai perkembangan ekonomi suatu daerah dari waktu ke waktu, tetapi juga membandingkan dengan daerah lain. Secara sektoral besaran ini dapat menerangkan struktur perekonomian daerah bersangkutan, disamping itu, dari angka PDRB dapat pula diperoleh beberapa ukuran turunan seperti pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita. Hal ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi Kota Ternate dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan yang singnifikan, ini terlihat dari perekembangan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Ternate pada tahun 2009 atas dasar harga berlaku sebesar 883.848 juta rupiah dan atas dasar harga konstan sebesar 557.573 juta rupiah.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, studi ini ingin mengetahui lebih lanjut mengenai potensi pembangunan di wilayah Kota Ternate Potensi pembangunan yang menjadi titik kajian adalah analisis fungsi wilayah serta perkembangan sektor ekonomi unggulan Kota Ternate Tahun 2006-2010.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimanakah perkembangan fungsi wilayah (administrasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keuangan) di Kota Ternate Tahun 2006-2010?
  2. Seberapa besar perkembangan sektor ekonomi unggulan (LQ dan SS) di Kota Ternate Tahun 2006-2010?

 

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui perkembangan fungsi wilayah (adminstrasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keuangan) terhadap persebaran penduduk di Kota Ternate Tahun 2006-2010.
  2. Untuk mengetahui perkembangan sektor ekonomi unggulan (LQ dan SS) yang akan diprioritaskan sebagai potensi penggerak pembangunan di Kota Ternate tahun 2006-2010.

 

D. Kesimpulan

1. Perkembangan fungsi wilayah administrasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi Kota Ternate menunjukkan bahwa terjadi peningkatan perkembangan yang pesat selama kurung waktu tahun 2006-2010, tetapi hanya terkosentarsi di 3 (tiga) kecamatan yaitu kecamatan Kota Ternate Tengah, kecamatan Kota Ternate Selatan, kecamatan Kota Ternate Utara. Sementara 4 (empat) kecamatan yang lain yaitu kecamatan Pulau ternate, kecamatan Moti, kecamatan Batang Dua, dan kecamatan Hiri mengalami perkembangan fungsi wilayah administrasi, pendidikan, kesehatan, yang lambat. Sedangkan fungsi ekonomi mengalami perkembangan yang sanggat tertinggal di 4 (empat) kecamatan tersebut selama tahun 2006-2010. Hal ini di sebabkan karena 3 (tiga) dari 4 (empat) kecamatan yakni kecamatan Moti, kecamatan Batang Dua, dan kecamatan Hiri secara geografis adalah kepulauan yang berada diluar pusat pemerintahan Kota Ternate.

2. Hasil analisis LQ (Location Quotient) dalam priode waktu tahun 2006-2010 menunjukan bahwa dari 9 (sembilan) sektor ditemukan 6 (enam) sektor unggulan daerah yang potensial untuk dikembangkan di Kota Ternate meliputi sektor Listrik, Gas dan Air, sektor Konstruksi, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Angkutan dan Komunikasi, sektor Keuangan, Persewaan, dan sektor Jasa-jasa. Sedangkan 3 (tiga) sektor lainya yaitu, Pertanian, Pengalian dan Industri kurang potensial untuk di kembangkan sebagai sektor yang menjadi pengerak pembangunan Kota Ternate dalam priode waktu tahun 2006- 2010. Untuk hasil analisis SS (Shift Share) menunjukkan bahwa pengaruh pertumbuhan PDRB Maluku Utara membawah pengaruh positif bagi PDRB Kota Ternate. Kondisi ini menunjukan bahwa komponen pertumbuhan PDRB Maluku Utara cukup memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan PDRB Kota Ternate dalam priode waktu tahun 2006-2010.