Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Peran dan Kinerja Antar Institusi dlm Pengembangan Sistem Bus Rapid Transit

Judul Skripsi : Analisis Peran dan Kinerja Antar Institusi dalam Pengembangan Sistem Bus Rapid Transit di Kota Surakarta

 

A. Latar Belakang Masalah

Mendapatkan gambaran implementasi Bus Rapid Transit di Indonesia, sebagai pilihan angkutan alternatif di Kota Surakarta sebagai analisis dalam penelitian ini, secara khusus peneliti mencoba mereflesikan akan penelitian terdahulu yang dapat memberikan kesimpulan akan pentingnya sistem Bus Rapid Transit sebagai penunjang pengembangan transportasi perkotaan yang berdimensi luas akan kemanfaatannya. Adapun penelitian terdahulu memberikan sebuah gambaran yang telah dilakukan survey di 7 (tujuh) kota dalam menerapkan program pengembangan transportasi yang memanfaatkan Bus Rapid Transit sebagai transportasi alternatif masa depan, dengan pola pengangkutan massal yang terintegrasi antar moda. Sedangkan kota-kota yang telah dilakukan survey tersebut meliputi Jakarta, Yogyakarta, Bogor, Batam, Pekanbaru, Semarang dan Manado. (Dalam Laporan Akhir Analisis Pemanfaatan dan Pengembangan Bus Rapid Transit, 2009)

Polemik akan keberadaan angkutan kota berbasis Bus Rapid Transit di Kota Surakarta, akan dipandang bagaimana keselarasan program dengan kebutuhan mendesak saat ini yang seharusnya menjadi harapan masyarakat terhadap pemerintah daerah dalam memuaskan pelayanan publiknya yang berdimensi pada inovasi, kecepatan layanan dan konsisten.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana peran antar institusi dalam menjalin kerjasama bidang transportasi perkotaan melalui program Bus Rapid Transit di Kota Surakarta?
  2. Bagaimana kinerja antar institusi dalam menjalin kerjasama bidang transportasi perkotaan melalui program Bus Rapid Transit di Kota Surakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengkaji peran antar institusi dilihat dari perspektif kerjasama dalam pengembangan Bus Rapid Transit di Kota Surakarta
  2. Mengkaji kinerja antar institusi dilihat dari pola kerjasama antar institusi pada program Bus Rapid Transit di kota Surakarta

 

D. Kesimpulan

(1) Pola kerjasama yang diterapkan kota Surakarta dalam pengembangan sistem Bus Rapid Transit, memberikan pengertian akan terjadinya bentuk kerjasama yang berbeda dalam satu program yang sama, karena keterlibatan stakeholder, kepentingan stakeholder dan kebutuhan finansial yang mempengaruhinya berbeda-beda

(2) Kinerja yang diharapkan masih belum terlihat maksimal, karena penguatan bentuk legalitas sangat diharapkan pada kerjasama antar institusi, yang mana kekuatan pemerintah kota Surakarta sebagai regulator menjadi sangat penting dalam membentuk karakteristik kerja operator yang bekerjasama untuk menghasilkan produk layanan yang berkualitas, efektif dan efisien

(3) Pengembangan sistem Bus Rapid Transit merupakan bentuk peremajaan sistem transportasi perkotaan saat ini, yang mana koridor satu saat ini dijalankan sebagai bentuk stimulan yang masih perlu dievaluasi terus keberadaanya

(4) Hadirnya Batik Solo Trans sebagai moda baru, memberikan peluang baik untuk kota Surakarta dalam membenahi transportasi perkotaannya

(5) Pola kerjasama yang telah berjalan memberikan bentuk kerjasama unik yang dilakukan pemerintah kota dengan beberapa institusi terkait pengembangan program Bus Rapid Transit

(6) Bentuk kerjasama akan pengembangan Bus Rapid Transit yang selama ini telah berjalan, belum menyentuh pada tahapan merangkul daerah sekitar

(7) Kesiapan Damri sebagai operator menjadikan bentuk spekulasi Damri dalam memanfaatkan program Bus Rapid Transit

(8) Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan tugasnya akan dibentuk lembaga pengawas yang disebut satuan pengawas internal yang dikomandani oleh instansi internal pemerintahan yaitu Bawsada. Yang mana satuan pengawas internal diisi oleh badan pembina/pengawas, yang anggotanya terdiri dari beberapa unsur, yaitu pemerintah, organda, praktisi (baik pengusaha maupun konsumen), akademisi dan masyarakat.