Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Penggalian Potensi Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai

Judul Skripsi : Analisis Penggalian Potensi Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai di KPP Pratama Sukoharjo Studi Kasus Tahun 2009-2010

 

A. Latar Belakang Masalah

Rata-rata rasio pajak yang dimiliki Indonesia semenjak 1985-1999 adalah 11,31%, jauh di bawah Singapura (22,24%), Malaysia (20,17%), Thailand (17,28%) dan Filipina (14%). Tax ratio pada 2010 diperkirakan mencapai 12,4 persen terhadap PDB. Tax ratio 2010 ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 12 persen, tetapi lebih rendah dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 13,3 persen. Masih rendahnya tax ratio ini tentunya menjadi catatan tersendiri. Pada 2007, pemerintah pernah membuat target tax ratio pada akhir 2009 mencapai 16 persen.

Dalam tesis ini hanya berkonsentrasi pada penggalian potensi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) karena untuk Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB) berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah akan dilimpahkan ke Pemerintah Daerah sebagai Pajak Daerah. Berawal dari masalah ini maka penelitian ini mengambil judul “ ANALISIS PENGGALIAN POTENSI PAJAK PENGHASILAN DAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI KPP PRATAMA SUKOHARJO STUDI KASUS TAHUN 2009-2010 “

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimana melakukan pemetaan (mapping) potensi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam setiap Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) di KPP Pratama Sukoharjo guna meningkatkan penerimaan pajak.
  2. Seberapa besar potensi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam setiap Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) yang belum tergali oleh KPP Pratama Sukoharjo dan hambatan hambatan apa yang timbul sehingga ditemukan solusi.
  3. Bagaimana proyeksi penerimaan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai di KPP Pratama Sukoharjo di masa mendatang.

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai :

  1. Untuk mengetahui potensi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam setiap Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU).
  2. Untuk mengetahui matrik potensi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam setiap Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) yang terdiri dari empat daerah yaitu daerah prima, daerah potensial, daerah berkembang dan daerah terbelakang.
  3. Untuk mengetahui proyeksi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di masa mendatang setiap Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) di KPP Pratama Sukoharjo

 

D. Kesimpulan

1. Berdasarkan analisis penggalian potensi Pajak Penghasilan KLU yang menjadi andalan penerimaan pajak adalah KLU Industri Pengolahan dan KLU Jasa Lainnya.

2. Berdasarkan analisis penggalian potensi Pajak Pertambahan Nilai diketahui tidak ada yang menjadi andalan penerimaan pajak.

3. KLU Konstruksi dan KLU Pengangkutan dan Komunikasi dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2010 selalu mengalami pertumbuhan yang negatif sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih untuk dilakukan analisis penyebabnya dan solusi agar lebih ditingkatkan.

4. Secara keseluruhan sektor yang paling dominan di wilayah KPP Pratama Sukoharjo adalah sektor KLU Industri Pengolahan dimana sejak Tahun 2008-2010 kontribusinya terhadap total penerimaan pajak mencapai 47%. Sedangkan sektor yang paling kecil adalah KLU Penggalian dan Pertambangan dimana rata-rata kontribusinya untuk Tahun 2008-2010 hanya sebesar 0,0002 % dari total penerimaan pajak.