Melayani Jasa Pembuatan Tesis Dan Skripsi Professional Terpercaya | HP 0852.2588.7747
HP CS Kami 085225887747 (WhatApp) email:idtesis@gmail.com

Analisis Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan di Sragen

Judul Skripsi : Analisis Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan di Kabupaten Sragen

A. Latar Belakang Masalah 

Pembangunan di Bidang Pertanian merupakan salah satu aspek dari pembangunan perekonomian Indonesia secara utuh. Sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor Pertanian, maka kebijakan pembangunan bidang pertanian harus mampu meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia yang sebagian besar bergerak disektor pertanian. Pembangunan pertanian di Indonesia akan menjadi sangat penting dan harus mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan dengan pembangunan di sektor lainnya. Peranan sektor Pertanian akan semakin lebih penting dan memiliki keunggulan karena faktor-faktor sebagai berikut: relatif tidak memerlukan modal/ investasi yang besar; dengan cepat dapat menyesuaikan pasar karena tidak perlu birokrasi yang rumit/ panjang; tersedianya tenaga kerja dan mempunyai pasar yang jelas. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program terobosan Departemen Pertanian untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan, sekaligus mengurangi kesenjangan

pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta antar subsektor. PUAP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang dikordinasikan oleh kantor Menko KESRA. Lokasi PUAP difokuskan di 10.000 desa miskin/ tertinggal/ yang memiliki potensi pertanian dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan PUAP (Permentan No. 251/ TU.210/ M/ 11/ 2007). Pemberian dana PUAP bertujuan untuk:

(a) Menumbuhkembangkan usaha agribisnis dalam rangka mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan

(b) Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis perdesaan utamanya pengurus Gapoktan, Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani

(c) Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis

(d) Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses kepermodalan. Sasaran program PUAP bukan merupakan tambahan permodalan akan tetapi sebagai modal awal bagi petani miskin, buruh tani yang berpotensi untuk membudidayakan pertanian di Kabupaten Sragen. Gapoktan selaku pengelola dana yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas/ meningkatkan skala usaha agribisnis pertanian. Dengan demikian pengelolaan Gapoktan dan pendapatan petani dapat meningkat.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah terdapat perbedaan pendapatan Gapoktan sebelum dan sesudah   menerima bantuan dana BLM PUAP?
  2. Apakah terdapat perbedaan pendapatan petani anggota Gapoktan sebelum dan sesudah menerima bantuan dana BLM PUAP?

 

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pendapatan Gapoktan sebelum dan sesudah menerima bantuan dana BLM Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kabupaten Sragen tahun 2009.
  2. Untuk mengetahui pendapatan petani anggota Gapoktan sebelum dan sesudah menerima bantuan dana BLM Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kabupaten Sragen tahun 2009.

 

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat bermanfaat sebagai berikut:

  1. Untuk memberikan kontribusi akademis yaitu untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai pelaksanaan program PUAP dalam meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Sragen.
  2. Secara praktis kajian ini untuk memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kabupaten Sragen dalam menyusun dan menetapkan kebijakan tentang upaya peningkatan pendapatan petani di Kabupaten Sragen.

 

E. Kesimpulan

  1. Pendapatan Gapoktan di Kabupaten Sragen sebelum dan sesudah Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) berbeda secara signifikan.
  2. Pendapatan petani anggota Gapoktan sebelum dan sesudah Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) berbeda secara signifikan.