Analisis Manajemen Rantai Pasok Melon di Kabupaten Karanganyar

Judul Tesis : Analisis Manajemen Rantai Pasok Melon di Kabupaten Karanganyar

 

A. Latar Belakang

Volume dan nilai ekspor melon dapat ditingkatkan, jika para petani dapat menghasilkan melon yang berkualitas, jenis yang diminati oleh konsumen dengan produktivitas yang tinggi dan diproduksi secara efisien sehingga mampu bersaing dengan buah-buahan dari manca negara. Ditelaah dari aspek pasar, komoditas melon mempunyai prospek yang baik. Sasaran utama diarahkan pada upaya memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan menjadikan melon sebagai buah unggulan ekspor. Pengembangan budidaya melon dapat diarahkan pada upaya menunjang peningkatan pendapatan petani, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan ekspor serta pengembangan agribisnis dan agroindustri.

Kabupaten Karanganyar sebagai salah satu sentra produksi melon di Jawa Tengah . Petani melonnya dalam peningkatan kualitas dan kuantitas melon agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk teknik budidayanya. SOP ini menjadi dokumen untuk petunjuk penelusuran dalam pemasaran melon khususnya melon untuk ekspor. Pada tahun 2010 luas pertanaman melon di Kabupaten Karanganyar mencapai 63 Ha dan tahun 2011 luas pertanamannya mencapai 50 Ha dengan produktivitas antara 100 – 200 ton/ha (Dinas Pertanian Tanaman Pangann, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar, 2011).

 

B. Perumusan Masalah

Beberapa uraian diatas menjadi dasar untuk pertanyaan penelitian sebagai berikut :

  1. Bagaimana mekanisme manajemen rantai pasok melon di Kabupaten Karanganyar?
  2. Bagaimana upaya yang dapat diaplikasikan di lapang untuk menghasilkan manajemen rantai pasok yang efisien?

 

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian perumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui mekanisme rantai pasok melon di Kabupaten Karanganyar.
  2. Mengetahui faktor, aktor/pelaku, tujuan dan alternatif skenario untuk membentuk manajemen rantai pasok melon yang efisien di Kabupaten Karanganyar.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian, maka dapat di peroleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Pada penelitian ini dapat diidentifikasi model rantai pasok melon dibagi menjadi 2, yaitu jenis melon berdaging buah merah/orange atau Rock melon permintaannya lebih besar baik dari dalam maupun luar negeri dan jenis ini lebih banyak diekspor dan untuk memenuhi pasar modern. Dan melon berdaging buah putih/hijau atau Sky Rocket permintaannya tidak sebesar Rock melon dan masih untuk memenuhi pasar dalam negeri.

2. Adapun pola distribusi melon di Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut :

  • Pola rantai pasok Sky Rocket dengan tujuan pasar tradisonal/pasar induk Petani melon → pengumpul tebas → pengumpul kabupaten → pengecer → konsumen
  • Pola rantai pasok Rock melon dengan tujuan pasar modern dan ekspor Petani melon → pengumpul → perusahaan mitra → konsumen 3. Dalam membentuk manajemen rantai pasok yang efisien di Kabupaten Karanganyar yang dianalisis dengan metode AHP menggunakan software expert choice 11 diperoleh bahwa faktor mutu produk merupakan faktor utama yang paling menentukan dalam membentuk manajemen rantai pasok melon yang efisien.

 

E. Saran

Rekomendasi yang diusulkan guna membentuk manajemen rantai pasok yang efisien, perlu dukungan dari seluruh pelaku rantai pasok secara sungguh-sungguh agar dapat terlaksana secara optimal. Terbentuknya manajemen rantai pasok yang efisien mampu mengoptimalkan kecepatan waktu pelayanan, menciptakan kesejahteraan di antara pelaku usaha di sepanjang rantai pasok. Hal ini dapat diwujudkan melalui perencanaan kolaboratif yaitu perencanaan produksi dan penjualan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pihak-pihak yang berkolaborasi.