Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Pembelajaran Sejarah Secara Bilingual

Judul Skripsi : Analisis Pembelajaran Sejarah Secara Bilingual

 

A. Latar Belakang

Pembelajaran sejarah di sekolah saat ini belum mampu mewujudkan pembelajaran yang melatih siswa untuk berpikir secara analitis dan mengaktualisasikan pembelajaran sejarah yang demokratis dan bert anggungjawab bagi masa depan kehidupan bangsa. Materi sejarah dipelajari sering dirasakan jauh dari masalah kehidupan yang dihadapi. Pembelajaran sejarah hanya bersifat hafalan pada peristiwa sejarah, bersifat kronik sehingga pembelajaran sejarah kurang bermakna dan membosankan. Cita-cita pembelajaran sejarah adalah untuk menanamkan nilai-nilai belum pada sasarannya, hal ini dipengaruhi oleh beberapa kendala yaitu

(1) Miskinnya kemampuan analisis dan berpikir historik

( 2) Data sejarah tidak ada ikatan satu sama lain.

Di samping itu pembelajaran sejarah yang disajikan dalam dua bahasa (bilingual) agak sulit bagi guru karena berkaitan dengan kemampuan bahasa Inggris siswa yang berbeda-beda dan guru yang mengajar. Guru akan mengalami kesulitan dalam menjelaskan dan mengembangkan materi sejarah. Dengan adanya pembelajaran sejarah secara bilingual ini dapat memotivasi siswa untuk belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki dengan pengetahuan yang dimiliki tentang sejarah.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Dari latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana guru mengembangkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dalam pembelajaran sejarah secara bilingual?
  2. Bagaimana guru memilih materi, metode dan media serta proses penilaian dalam pembelajaan sejarah secara bilingual di SMA Nusa Cendana International Plus School Kupang?.

 

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan dan informasi yang jelas tentang pembelajaran sejarah secara bilingual di Nusa Cendana Internasional Plus School Kupang. Adapun secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menganalisis:

1. Guru mengembangkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran sejarah secara bilingual

2. Guru memilih materi, metode dan media serta proses penilaian dalam pembelajaran sejarah secara bilingual di SMA Nusa Cendana Internasional Plus School Kupang

 

D. Simpulan

Perencanaan pembelajaran merupakan tahap awal untuk memulai kegiatan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran harus dilakukan oleh guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Perencanaan ini dibuat terlebih dahulu agar dalam pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Silabus ini harus dibuat terlebih dahulu karena memuat tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, indikator pembelajaran, penilaian serta sumber dan media pembelajaran. Silabus pembelajaran disusun sendiri oleh guru dengan mengacu pada format yang sesuai dengan KTSP yakni:

(1) Standar kompetensi

(2) Kompetensi dasar

(3) Uraian materi pokok

(4) Kegiatan pembelajaran

(5) Indikator

(6) alokasi waktu

(7) Bahan dan alat pembelajaran

(8) Penilaian yang mencakup:

  • jenis tagihan meliputi: tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan semester
  • Bentuk instrumen meliputi : laporan

(9) Buku sumber.

 

E. Saran

1. Saran Kepada guru

Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan mata pelajaran sejarah. Dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa.

2. Kepada pihak sekolah

Meningkatkan kualitas guru, perekrutan guru harus sesuai dengan disiplin ilmunya, menyediakan berbagai media dan sumber belajar bagi siswa.