Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Pemasaran Sapi Brangus di Kabupaten Sragen

Judul Skripsi : Analisis Pemasaran Sapi Brangus di Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang

Dalam rangka membudidayakan sapi brangus yang merupakan produk unggulan di Kabupaten Sragen maka dilaksanakan secara terpadu dari 4 pilar pengembangan (Dinas Peternakan dan perikanan Sragen 2010) :

  1. Kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah dalam program peningkatan produktifitas sapi brangus.
  2. Pinjaman modal kerja dari perbankan dengan bunga lunak guna membantu dalam pengembangan budidaya.
  3. Partisipasi dari kelompok ternak dalam pengembangan sapi brangus.
  4. Guna pemurnian sapi brangus diadakan kerjasama dengan Fakultas

Peternakan UGM dalam rangka penelitian sapi brangus. Guna mendukung strategi di atas telah di bentuk kantong-kantong bibit sapi brangus dengan berbagai kegiatan pendukung seperti inseminasi buatan, embrio transfer, pencegahan dan penberantasan penyakit menular, kemitraan dengan peternak sapi, serta penelitian (ras) brangus khas Sragen.Dilihat dari potensi pasar lokal, permintaan terhadap bibit sapi brangus saat ini sedang mengalami peningkatan. Potensi yang lebih menjanjikan adalah adanya permintaan dari luar pulau jawa dengan ketentuan memenuhi standar ukuran dan mutu tertentu. Biasanya ukuran yang dikehendaki sapi brangus dara dengan umur 1,5 sampai 1,8 tahun dengan memenuhi spesifikasi teknis yang baik

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dikatakan bahwa peternakan sapi brangus merupakan komoditas peternakan yang dapat memberikan tambahan pendapatan dari komoditas subsektor peternakan di Kabupaten Sragen. Terutama untuk dikembangkan sebagai usaha pokok. Sebagai suatu sisitim Agribisnis, di lapangan ditemukan bahwa subsistem yang paling menentukan (marked oriented). Oleh karena itu, fungsi (individu/ lembaga) pemasaaran sapi brangus di Kabupaten Sragen sangat relevan untuk dikaji, yaitu dalam hal :

  1. Seberapa besar margin pemasaran tiap-tiap tataniaga ?
  2. Seberapa besar Share margin pemasaran tiap-tiap tataniaga ?
  3. Apakah semakin panjang tataniaga pemasaran efisien ?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui margin pemasaran tiap-tiap tataniaga.
  2. Mengetahui peyebaran (share margin) tiap-tiap tataniaga pemasaran.
  3. Mengetahui tingkat efisiensi tiap-tiap tataniaga pemasaran.

 

D. Kesimpulan

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa margin pemasaran paling tinggi pada produsen, share margin pemasaran diatas 60% dan tingkat efisiensi lebih dari satu, dengan kesimpulan sebagai berikut:

1. Margin pemasaran antara tataniaga I, II, III dan IV nilai marginnya tergantung dari biaya penyaluran masing-masing tataniaga.

2. Share margin pemasaran pada tataniaga I, II, III dan IV memperoleh keuntungan yang seimbang sehingga fungsi pemasaran yang dilakukan pada setiap tataniaga pemasaran sama dan sudah adil.

3. Tingkat efisiensi tataniaga I, II, III dan IV sudah efisien, semakin pendek tataniaga semakin efisien dan semakin panjang tataniaga semakin tidak efisien.

 

E. Saran

1. Penguatan lembaga perlu dilakukan dalam agribisnis peternakan, terutama pada tingkat peternak/ produsen, seperti fungsionalisasi kelompok ternak dan koperasi agar dapat membantu peternak dalam upaya memperkuat posisi tawar-menawarnya.

2. Membentuk pola kemitraan yang harmonis antara produsen dan konsumen sapi brangus yang menganut prinsip win-win solution, dimana konsumen/ penyalur sebagai inti dan peternak/ produsen sebagai plasma inti.

3. Produsen/ peternak untuk menggunakan saluran tataniaga I (Produsen- Konsumen). Meningkatkan hubungan yang terintegrasi antara produsen dan konsumen. Menghindari adanya permainan harga yang dilakukan oleh pedagang pengumpul (Tengkulak/ Pedagang besar), menjaga keseimbangan pasar agar bersaing secara sempurna dan efisien.