Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam Karya Nassirun Purwokartun

Judul Skripsi : Analisis Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam Karya Nassirun Purwokartun (Kajian Strukturalisme Genetik dan Nilai Pendidikan)

 

A. Latar Belakang

Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam karya Nassirun Purwokartun akan membuka mata penulis lebih lebar tentang posisi Kesultanan Demak sebagai palang pintu nusantara dalam menghadang penjajah pada awal mulanya, yaitu dari ancaman bajak laut terbesar dalam sejarah yang ada (Bangsa Portugis ). Penulis akan tersadar bahwa bentuk pemerintahan Islam sudah lama ada dan mengakardi tanah Jawa. Begitupun peran mereka yang begitu besar dalam menjaga kemakmuran sekaligus mengamankan nusantara, nyaris tidak terbantahkan lagi. Jika hari ini banyak yang terlampau phobia dengan istilah negara  pemerintahan Islam, barangkali perlu sejenak membaca sejarah lebih benar agar juga bisa bersikap lebih elegan

Berpijak dari latar belakang di atas, penulis tertarik meneliti Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam karya Nassirun Purwokartun untuk mengetahui unsur intrinsik novel, pandangan dunia pengarang dan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel. Oleh karena itu, penulis mengambil judul “Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam karya Nassirun Purwokartun (Tinjauan Strukturalisme Genetik dan nilai Pendidikan)”.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimana pandangan dunia pengarang (Nassirun Purwokartun) yang melatarbelakangi novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam?
  2. Bagaimana struktur teks Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam karya Nassirun Purwokartun?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Pandangan dunia pengarang (Nassirun Purwokartun) yang melatarbelakangi novel Penangsang, Tembang Rindu Denda.
  2. Struktur teks Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam karya Nassirun Purwokartun

 

D. Simpulan

1. Pandangan dunia pengarang ( Nassirun Purwokartun) Nassirun Wijaya adalah nama asli dari Nassirun Purwokartun. Purwokartun adalah sebutan karena keahliannya sebelum menjadi penulis adalah seorang katunis. Kang Nass adalah panggialan akrabnya, selain menjadi kartunis dan desain grafis juga seorang penyair sekaligus cerpenis dan sekarang jadi novelis.

2. Struktur Teks Novel Penangsang, Tembang Rindu Dendam Tema adalah gagasan utama yang menjalin struktur isi karangan, Maka, tema merupakan pokok permasalahan yang menjadi bahan utama atau latar belakang cerita. Dari seluruh cerita novel Penangsang Tembang Rindu Dendam tampak permasalahan yang berada dilingkungan kerajaan Demak terutama perebutan tahta Demak.

 

E. Saran

Pada penelitian ini penulis menyampaikan saran sebagai berikut:

1. Pada aspek pendidikan, pendidik bahasa dan sastra sebaiknya melakukan pengajaran dengan sistematika yang runtut dan detail agar mudah dipahami dan mendapatkan makna novel yang mendalam. Pencapaian maksimal terhadap pengajaran apresiasi sastra harus diwujudkan secara baik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu, pengajaran tidak terpatok pada hafalan, tetapi pada proses apresiasi yang mendalam. Di samping itu, pendidik tidak boleh melupakan berkenaan penanaman nilai moral serta kesadaran pelestarian seni budaya kepada siswa.

2. Siswa sebaiknya melakukan pengalaman belajar sastra yang lebih intens karena dengan hal ini maka pencapaian prestasi siswa tidak hanya pada akademis, tetapi juga pada perubahan

Incoming search terms: