Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Bogor

Judul Skripsi : Analisis Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Bogor

 

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian adalah melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional bagi Penyuluh Pertanian. Diklat fungsional tersebut terdiri atas Diklat Dasar, Diklat Alih Kelompok, dan Diklat Teknis bagi penyuluh pertanian, seperti yang telah diamanatkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33/Permentan/OT.160/6/2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian. Diklat Dasar diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan menduduki jabatan fungsional  Penyuluh Pertanian. Sedang Diklat Alih Kelompok adalah diklat bagi penyuluh pertanian yang akan beralih jenjang jabatan dari kelompok terampil menjadi kelompok ahli. Diklat Teknis adalah diklat teknologi pertanian, teknologi informasi, teknologi sosial, dan teknologi ekonomi.

Pada dasarnya diklat adalah proses belajar yang dimaksudkan untuk mengubah kompetensi kerja seseorang sehingga berprestasi lebih baik dalam jabatannya atau dalam melaksanakan pekerjaannya (Hickerson dan Middleton, 1975). Seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi yang berjalan semakin cepat, maka penyuluh sebagai penyampai informasi kepada petani harus berupaya meningkatkan kompetensi yang dimilikinya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kemajuan yang ada. Disamping itu, setiap penyuluh diharapkan dapat menampilkan kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas tugas penyuluhan sehingga tujuan dari kegiatan penyuluhan pertanian dapat terwujud dan pada akhirnya dapat menunjang keberhasilan pembangunan pertanian.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

  1. Bagaimana tingkat kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Bogor setelah mengikuti Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian?
  2. Faktor-faktor apa sajakah yang memiliki pengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Bogor?
  3. Faktor apakah yang paling memiliki pengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Bogor?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Mendeskripsikan tingkat kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Bogor setelah mengikuti Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian.
  2. Mendeskripsikan faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Bogor.
  3. Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Bogor.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, dapat disimpulkan bahwa :

1. Secara umum tingkat kinerja penyuluh pertanian (Y2) di Kabupaten Bogor berada dalam kategori rendah. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya kinerja penyuluh dalam ketiga aspek yaitu : evaluasi dan pelaporan (Y2.3), pengembangan penyuluhan (Y2.4), dan pengembangan profesi (Y2.5). Aspek kinerja penyuluh yang berada dalam kategori tinggi yaitu : persiapan penyuluhan (Y2.1), pelaksanaan penyuluhan (Y2.2). dan kegiatan penunjang penyuluhan (Y2.6).

2. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja penyuluh berada dalam kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh variabel karakteristik penyuluh (X1) berada dalam kategori tinggi (57,30%), proses pelatihan (X2) berada dalam kategori tinggi/sesuai (44,94%), penunjang kegiatan penyuluhan (X3) berada dalam kategori tinggi/mendukung (46,07%), faktor lingkungan (X4) berada dalam kategori tinggi/mendukung (55,06%), dan tingkat kompetensi penyuluh (Y1) berada dalam kategori tinggi (53,94%).