Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Elemen Balok Dan Kolom Pasca Bakar Gedung Atrium

Latar belakang Masalah Elemen Balok-Kolom Pasca Bakar

Akhir-akhir ini kasus kebakaran gedung cenderung meningkat dengan skala yang cukup besar. Salah satu kasus besar bangunan terbakar adalah gedung teater Atrium yang terletak di jalan utama Solo – Sukoharjo tepatnya di kawasan Solo Baru. Kebakaran tersebut diakibatkan oleh huru-hara / kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998.

Elemen kolom dan balok pasca bakar masih berdiri tegak dimana beton tersebut terlihat berwarna kehitaman karena terbakar api. Sebagian besar beton masih terselimut penuh namun terdapat sebuah elemen balok dan kolom dengan selimut beton telah terkelupas. Umur pakai suatu gedung tidaklah mesti berakhir dengan bangunan yang terbengkalai dan tak terawat, melainkan masih dapat dipakai apabila pada gedung tersebut diperbaiki dengan teknologi rehabilitasi yang tepat. Hal ini akan diperoleh jika survey atau investigasi yang dilakukan di lapangan dapat menggambarkan kondisi riil yang sebenarnya. Keakuratan data dan informasi yang ada di lapangan akan sangat menentukan. Jika melihat ke masa depan, maka akan semakin banyak dijumpai titik- titik yang memiliki potensi tinggi bagi terjadinya bencana kebakaran, seperti pada kawasankawasan perumahan yang akan semakin padat tingkat huniannya.

Perumusan Masalah

Terdapat elemen balok dan kolom gedung teater atrium mengalami kerusakan yang diakibatkan karena terbakar. Hal ini akan berpengaruh pada kekuatan elemen struktur tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan analisis kekuatan elemen struktur dalam merencanakan kembali gedung teater tersebut dengan melakukan uji terhadap sampel elemen struktur balok dan kolom terdeformasi untuk mengetahui kekuatan sisa pasca bakar, dan kemudian bagaimanakah perilaku elemen balok dan kolom tersebut dalam menahan gaya dalam diantaranya gaya aksial, lenturan dan gaya geser yang terjadi, apakah masih cukup kuat menahan ataukah tidak?

Tujuan Penelitian

  1. Menghitung kekuatan sisa struktur bangunan pasca kebakaran,
  2. Mengusulkan teknik perbaikan/perkuatan elemen-elemen struktur (balok dan kolom).

Kesimpulan

  1. Gedung Atrium Solo Baru yang telah terbakar mengalami kerusakan ringan pada plesteran yang terkelupas dan kerusakan sedang pada selimut beton yang terkelupas pada elemen balok dan kolom
  2. Setelah dihitung kekuatan elemen balok dan kolom masih memenuhi persyaratan kuat dimana momen, geser dan aksial ultimate lebih kecil dibandingkan momen, geser dan aksial dari penampang elemen tersebut
  3. Tidak memerlukan perkuatan struktur, kerusakan yang diakibatkan mengelupasnya selimut beton dapat diperbaiki dengan melapisi / cor kembali pada elemen yang rusak tersebut dengan grouting menembakan mortar atau beton (biasanya dengan ukuran agregat kecil) di permukaan beton pada elemen balok dan kolom yang rusak tersebut.

Saran

Perlu segera tindakan investigasi lapangan pada bangunan yang mengalami kerusakan, agar kerusakan tersebut tidak semakin parah yang akhirnya membutuhkan cost yang tinggi dalam perbaikanya. Pentingnya sebuah analisis penelitian dilakukan adalah untuk menentukan alternatif penyelesaian yang tepat dalam perbaikan kerusakan bangunan. Dalam hal ini Developer sebagai pemilik gedung yang mengembangkan kawasan Solo Baru telah merencanakan lokasi tersebut untuk dibangun gedung 15 lantai maka Gedung Atrium yang telah terbakar tersebut harus dihancurkan mengingat bahwa gedung semula direncanakan hanya untuk 2 lantai saja.