Analisis Komperasi Kebijakan Manajerial – Generasi Perusahaan Keluarga

Judul Skripsi : Analisis Komparasi Kebijakan Manajerial Antar Generasi Perusahaan Keluarga Kabupaten Boyolali

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Sonfiel & Lussier (2004) menganalisis perbedaan kebijakan manajerial antar generasi pada 161 perusahaan keluarga di New York dan Massachusetts. Perusahaan keluarga yang diteliti terdiri dari 32% generasi pertama, 37% penerasi kedua, 33% generasi ketiga. Kebijakan manjerial yang diteliti meliputi sebelas variabel yaitu: kebijakan pelibatan anggota non-keluarga sebagai manajer, pelibatan anggota keluarga pria dan wanita dalam perusahaan, manajemen tim, konflik, penyusunan rencana suksesi, pelibatan jasa profesional dari luar, waktu aktivitas strategis, manajemen keuangan, pengaruh metode dan tujuan bisnis asli dari pendiri, pertimbangan go publik, dan penggunaan equity financing versus debt financing. Hasil penelitian ini menunjukkan dua variabel berbeda secara signifikan antar generasi, yakni variabel penyusunan rencana suksesi dan penggunaan equity financing versus debt financing, sedangkan sembilan variabel yang lain tidak berbeda secara segnifikan antar generasi.

Penelitian ini menarik untuk dilakukan di Indonesia, karena masih sedikitnya penelitian tentang perusahaan keluarga di Indonesia, sedangkan 95% perusahaan di Indonesia adalah perusahaan keluarga (Sensus ekonomi 1996). Kuantitas perusahaan keluarga yang besar memiliki peranan yang penting bagi kemajuan sektor ekonomi negara, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian kebijakan manajerial untuk mengetahui pengelolaan perusahaan keluarga di Indonesia. Kebijakan manajerial akan berpengaruh pada kinerja dan pertumbuhan perusahaan, sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini mengambil lokasi di kabupaten Boyolali, provinsi Jawa Tengah. Data tahun 2003 menunjukkan di Kabupaten ini memiliki 11.622 unit usaha dan 11.604 diantaranya adalah usaha kecil dan menengah.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan pelibatan pegawai non-keluarga sebagai manajer antar generasi perusahaan keluarga di kabupaten Boyolali?
  2. Apakah terdapat perbedaan pelibatan anggota keluarga wanita dalam perusahaan antar generasi perusahaan keluarga di kabupaten Boyolali?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Menguji perbedaan pelibatan pegawai non-keluarga sebagai manajer antar generasi perusahaan keluarga di kabupaten Boyolali.
  2. Menguji perbedaan pelibatan anggota keluarga wanita dalam perusahaan antar generasi perusahaan keluarga di kabupaten Boyolali.

 

D. Kesimpulan

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kebijakan manajerial antar generasi pada perusahaan keluarga di Kab. Boyolali. Variabel pembeda kebijakan manajerial perusahaan keluarga adalah manajemen tim, konflik, jasa professional, dan go publik. Tujuh variabel yang lain tidak berperan sebagai pembeda yang signifikan. Variabel terebut adalah pelibatan non keluarga, pelibatan keluarga wanita, perencanaan suksesi, waktu aktivitas strategis, manajemen keuangan, pengaruh pendiri, dan pembiayaan usaha.

2. Skor perbedaan kebijakan manajerial antar generasi perusahaan keluarga menunjukkan bahwa variabel go publik memberikan pengaruh terbesar terhadap pengelompokan pada generasi pertama, dan diikuti variabel jasa profesionel dan manajemen tim. Variabel konflik berpengaruh paling besar terhadap pengelompokan pada generasi penerus.

 

E. Saran

1. Bagi Perusahaan Keluarga

Hasil deskripsi sampel menunjukkan bahwa perusahaan keluarga generasi pertama merupakan usaha yang turun temurun dalam skala industri kecil dan memiliki tingkat kebijakan manajemen yang lebih rendah daripada generasi pertama. Hal ini menunjukkan bahwa sedikit perusahaan keluarga yang dapat tumbuh berkembang dari generasi ke generasi.

2. Bagi Peneliti yang akan Datang

Penelitian yang akan datang diharapkan dapat meneliti perusahaan keluarga secara lebih mendalam/fokus. Pendalaman penelitian dapat dilakukan berdasarkan segmen generasi, skala industri, bidang usaha.