Analisis Keberhasilan Siskohat Kanwil Kementerian Agama DIY

Latar Belakang Keberhasilan Penerapan Siskohat

Model yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean (1992) yang dikenal dengan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean. Model ini merefleksi ketergantungan dari enam pengukuran kesuksesan sistem informasi, yakni: kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kepuasan pemakai (user statisfaction), penggunaan (use), dampak individu (individual impact), dan dampak organisasi (organizational impact).

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris apakah dengan teori yang sama tetapi obyek, waktu, dan tempat yang berbeda akan menunjukkan hasil yang sama dengan melakukan studi kasus pada implementasi sistem informasi mandatory yang diterapkan di Kanwil kementerian Agama Provinsi DIY yang berwawasan progressif dalam mengembangkan organisasi sektor publik. Sejarah telah membuktikan, bahwa sejak zaman dahulu jauh sebelum kemerdekaan jumlah jamaah haji Indonesia dan sampai sekarang (tahun 2000an) masih tetap menempati jumlah yang terbesar bila dibandingkan dengan Negara manapun yaitu selalu berada pada kisaran 15% sampai 20%bahkan seringkali mencapai 25% dari seluruh jumlah jamaah haji di Arab Saudi. Ketika pemerintah kolonial masih menjajah negeri ini kondisi seperti itu mendorong pemerintah kolonial menerbitkan Ordonasi Haji tahun 1922 (Dirjen BiMas dan penyelenggaraan Haji Depag, 2004). Sejak tahun 1971 mulailah diatur sistem pendaftaran calon jamaah haji disetiap daerah, yaitu pembayaranya hanya bisa dilakukan melalui Bank pemerintah. Kemudian pembuatan dan penyelesaian administrasi dan dokumen calon jamaah haji sampai proses pemvisaannya dari seluruh daerah dipusatkan di Depag RI Jakarta.

Rumusan Masalah

Penelitian dituliskan dalam pertanyaan penelitian dengan mendasarkan pada 6 pengukuran yang digunakan dalam Model DeLone dan McLean (1992) sebagai berikut:

  1. Apakah kualitas informasi (information quality) berpengaruh positif terhadap pengguna (use) ?
  2. Apakah kualitas sistem (system quality) berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction) ?
  3. Apakah penggunaan (use) berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction) ?
  4. Apakah kepuasan pengguna (user satisfaction) berpengaruh positif terhadap penggunaan (use) ?
  5. Apakah Penggunaan (use) berpengaruh positif terhadap Dampak individu (individual impact) ?
  6. Apakah Kepuasan pengguna (user satisfaction) berpengaruh positif terhadap Dampak individual (individual impact) ?
  7. Apakah Dampak individual (individual impact) berpengaruh positif terhadap Dampak organisasi (organizational impact) ?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penerapan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) di Kanwil Kementerian Agama Provinsi DIY.

Kesimpulan

Hasil analisa data dan pengujian hipotesis, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Dari 2 model penelitian yang diajukan, keduanya memberikan hasil yang tidak berbeda banyak.
  2. Pengujian hipotesis menunjukan, kualitas informasi (information quality) memberikan pengaruh yang positif signifikan terhadap kepuasan pemakai (user satisfaction

Saran

Dari 6 hipotesis yang diajukan, 5 terbukti secara empiris. Dengan demikian, secara umum SISKOHAT dipandang berhasil dengan model kesuksesan STI DeLone dan McLean sebagai evaluatorny . Variabel independen (kualitas informasi dan kualitas sistem) terbukti memberikan pengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pemakai maupun penggunaan dan variabel lainnya dalam model. Dengan hasil tersebut perlu terus-menerus memberikan perbaikan terhadap kualitas sistem terutama kualitas informasi karena dari uji empiris didapatkan pengaruh yang negatif antara Penggunaan (use) terhadap dampak individu (individual impact).