Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Faktor yg Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah

Judul Skripsi : Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sragen Tahun 1991-2008

 

A. Latar Belakang

Berdasarkan teori klasik dikemukakan suatu teori yang menjelaskan kaitan antara pendapatan per kapita dengan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimal. Dari teori pertumbuhan klasik telah dapat dilihat bahwa apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan perkapita, maka pertambahan penduduk akan menaikkan pendapatan perkapita, akan tetapi apabila penduduk sudah semakin banyak, hukum hasil lebih yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi. Oleh karenanya pendapatan perkapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya. Penduduk yang bertambah terus akan menyebabkan pada suatu jumlah penduduk yang tertentu produksi marginalnya telah sama dengan pendapatan perkapita. Pada keadaan ini pendapatan perkapita mencapai nilai maksimal.(Sadono Sukirno, 1999 : 431).

Berdasarkan uraian tersebut mendorong penulis untuk meneliti dan lebih mencermati bagaimana pengaruh jumlah pendapatan perkapita, jumlah perusahaan dan jumlah penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten Sragen tahun 1991-2008.

 

B. Perumusan Masalah

Sehubungan pernyataan yang telah diuraikan diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Adakah pengaruh pendapatan perkapita terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?
  2. Adakah pengaruh jumlah perusahaan terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?
  3. Adakah pengaruh jumlah penduduk terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?
  4. Faktor apakah yang dominan antara pendapatan perkapita, jumlah perusahaan, jumlah penduduk terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?

 

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Mengetahui Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sragen tahun 1991- 2008.

2.  Tujuan khusus

  • Mengetahui pengaruh pendapatan perkapita terhadap PAD.
  • Mengetahui pengaruh jumlah perusahaan terhadap PAD.
  • Mengetahui pengaruh jumlah penduduk terhadap PAD.
  • Mengetahui faktor dominan yang berpengaruh terhadap PAD.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

1. Hasil Analisis Deskripsi

Pertumbuhan PAD, pertumbuhan pendapatan perkapita, pertumbuhan jumlah perusahaan dan pertumbuhan penduduk selama tahun 1991-2008 selalu meningkat tetapi pada tahun 1998 mengalami pertumbuhan negatif dikarenakan perekonomian Indonesia tergoncang dengan adanya krisis ekonomi yang berakibat pada perekonomian mikro maupun makro.

2. Secara bersama-sama pendapatan perkapita, jumlah perusahaan dan jumlah penduduk berpengaruh terhadap PAD. Secara individu pengujian hipotesis menunjukkan bahwa :

  • Variabel pendapatan perkapita berpengaruh signifikan positif terhadap PAD. Apabila pendapatan perkapita naik maka PAD akan naik dan sebaliknya.
  • Variabel jumlah perusahaan tidak berpengaruh terhadap PAD. Apabila jumlah perusahaan naik/ turun maka PAD akan tetap.
  • Variabel jumlah penduduk berpengaruh signifikan negatif terhadap PAD. Apabila jumlah penduduk naik maka PAD akan turun dan sebaliknya.

 

E. Saran

Sesuai dengan kesimpulan diatas, maka peneliti menyarankan bahwadalam menentukan kebijakan yang terkait dengan penerimaan PAD di Kabupaten Sragen, Pemerintah Daerah yaitu :

  1. Pendapatan perkapita terbukti berpengaruh terhadap PAD, semakin tinggi pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan seseorang untuk membayar (ability to pay) berbagai pungutan-pungutan yang ditetapkan oleh pemerintah. Meningkatkan produk domestik dengan menambah terobosan, usaha-usaha pada pertanian, Industri, perbankkan, jasa-jasa, perdagangan dan menekan tingkat pertumbuhan penduduk.
  2. Jumlah perusahaan terbukti tidak berpengaruh terhadap PAD sehingga tidak perlu adanya kebijakan khusus tentang jumlah perusahaan.