Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Faktor yg Mempengaruh Permintaan Keuangan Syariah

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus pada BMT Muamalah Mandiri Baturetno Wonogiri)

 

A. Latar Belakang Masalah

Upaya memperoleh pendapatan yang semaksimal mungkin,aktivitas pembiayaan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) juga menganut azas syariah, yakni dapat berupa bagi hasil, keuntungan maupun jasa manajemen. Upaya ini harus dikendalikan sedemikian rupa sehingga kebutuhan likuiditas dapat terjamin dan tidak banyak dana yang menganggur (Ridwan, 2004: 163-164).

Berawal dari kondisi tersebut, merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti dan dicermati faktor apa saja yang mempengaruhi para anggota dalam meminta pembiayaan pada BMT Muamalah Mandiri Baturetno di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, penelitian ini merupakan suatu ”analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan lembaga keuangan syariah (Studi Kasus Pada BMT Muamalah Mandiri Baturetno, Wonogiri)”. Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan, maka dalam penelitian ini faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan dibatasi pada variabel pendapatan, pendidikan dan persepsi anggota terhadap pelayanan  Baitul Maal wa Tamwil (BMT), sedangkan untuk variabel lain seperti : umur, jenis kelamin, maupun jenis pekerjaan akan dijelaskan dalam sebuah analisis deskriptif terkait pembiayaan yang responden minta.

 

B. Perumusan Masalah

Apakah variabel pendapatan, tingkat pendidikan dan persepsi pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pembiayaan pada  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Muamalah Mandiri Baturetno Wonogiri?

 

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan, tingkat pendidikan dan persepsi pelayanan terhadap permintaan pembiayaan pada  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Muamalah Mandiri Baturetno Wonogiri.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dengan permasalahan dan tujuan serta hipotesis dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel pendapatan berpengaruh signifikan positif terhadap permintaan pembiayaan.
  2. Variabel pendidikan berpengaruh signifikan positif terhadap permintaan pembiayaan.
  3. Variabel persepsi pelayanan berpengaruh signifikan positif terhadap permintaan pembiayaan.

 

E. Saran

  1. Bagi para anggota yang ingin mengambil pembiayaan perlu memperhitungkan kemampuan untuk membayar angsuran hingga pelunasannya terlebih dahulu. Setidaknya pendapatan yang sudah dikurangi dengan angsuran masih dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
  2. Bagi Pemerintah dan masyarakat pada umumnya kualitas pendidikan perlu lebih ditingkatkan. Seseorang yang memiliki pengetahuan lebih tinggiakan semakin memiliki wawasan yang lebih luas dan semakin mudah membuat satu keputusan sehingga diharapkan keikutsertaan masyarakat sebagai anggota lembaga keuangan syariah akan semakin meningkat.
  3. Bagi BMT terkait internal BMT itu sendiri disarankan untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mengingat semakin banyaknya persaingan dari Perbankan Konvensional, Perbankan Syariah, Koperasi dan  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) lainnya.
  4. Bagi para akademisi yang lain, perlu adanya penelitian sejenis dengan variabel yang berbeda dan alat analisis yang berbeda pula sehingga hasil penelitian bervariatif.