Analisis Ekspresi Onkogen BCL-2 pada Endometrioma dan Karsinoma Ovarii

Judul Skripsi : Analisis Ekspresi Onkogen BCL – 2 pada Endometrioma dan Karsinoma Ovarii

 

A. Latar Belakang

Endometrioma merupakan suatu campuran antara kelainan jinak dan ganas, sekalipun endometrioma tidak bisa disebut sebagai kondisi premalignan akan tetapi data epidemiologi, histopatologi dan molekuler memberi kesan endometrioma mempunyai potensi untuk menjadi ganas. Karsinoma ovarii lesi awal yang berasal dari endometrioma atau berasal dari metaplasi ductus mullerian dari epitel permukaan ovarium atau ovarian surface epithelium(OSE).

Dari beberapa penelitian terdapat hubungan antara endometrioma dengan karsinoma ovarii berkenaan dengan faktor risiko, perubahan genetik, penyimpangan aktifitas onkogen dan jalur anti apoptosis. Dengan bukti–bukti epidemiologi yang menunjukkan hubungan antara endometrioma dan karsinoma ovarii maka dilakukan penelitian dengan pendekatan molekuler dan ciri genetik dari endometrioma yang berhubungan dengan karakteristik suatu karsinoma yang diusulkan oleh Hanahan & Weinberg. Terdapat 7 kriteria antar lain memiliki kemampuan yang cukup dalam sinyal pertumbuhan, tidak peka terhadap sinyal anti proliferasi, kebal terhadap apoptosis, tidak terbatas potensi replikasi, sokongan dari angiogenesis, invasi dan metastase ke jaringan,memiliki instabilitas genetik. Dari ketujuh kriteria tersebut akan diambil satu kriteria yaitu kebal terhadap apoptosis sebagai dasar mencari kesamaan antara endometrioma dengan karsinoma ovarii 6. Kebal terhadap apoptosis merupakan ciri dari suatu keganasan yang dibuktikan dengan ekspresi yang berlebihan dari anti apoptosis (BCL-2), ekspresi yang kurang dari factor proapoptosis (BAX), dan gen p53 (p53 merupakan tumour suppressor gene (TSG) yang protein (TP53)merupakan pro-apoptotic)yang tidak aktif melalui proses mutasi. Jejas endometriotik mempunyai kesamaan di dalam perkembangannya melalui strategi menghindari dari apoptosis dengan

(1) meningkatkan ekspresi BCL-2

(2) penurunan BAX 7 regulasi pertahanan dan matrix metalloproteinases (MMPs) 8

(3) peningkatan fas ligand (Fasl) dan interleukin (IL)-8 di dalam zalir peritoneal yang memicu apoptosis dari limfosit T yang memungkinkan sel endometriotik menghindar dari kematian sel 9

(4)sel germinal 10 dan sel somatik yang di dapat 11 tidak aktifnya mutasi gen p53.

Pada penelitian ini ditujukan untuk mengetahui ekspresi Bcl-2 dari endometrioma dan karsinoma ovarii. Bila terdapat ekspresiBcl-2 pada endometrioma yang merupakan salah satu indikator suatu keganasan (sekalipun belum setinggi ekspresi Bcl-2 pada karsinoma ovarium) maka kemungkinan besar ada kesamaan molekuler antara endometrioma dengan karsinoma ovarium.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Apakah ada perbedaan ekspresi onkogen Bcl-2 antara endometrioma dan karsinoma Ovarii.

 

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum.

Mengetahui adanya perbedaan ekspresi onkogen Bcl-2 antara endometrioma dengan karsinoma ovarii.

2. Tujuan Khusus.

Untuk mempelajari makna perbedaan ekspresi Bcl-2 terkait dengan patogenesis antara endometrioma dan karsinoma ovarii.

 

D. Kesimpulan

Berdasar hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :

  • Ekspresi onkogen Bcl-2 pada endometrioma tidak berbeda dengan ekspresi Bcl2 pada karsinoma ovarii.
  • Endometrioma memiliki sifat seperti sel kanker yang dapat dimungkinkan untuk menjadi ganas.

 

E. Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut :

  1. Distribusi usia dibagi menjadi 3 kelompok usia, yaitu usia reproduksi awal, usia reproduksi akhir, dan usia perimenopause. Kemudian dilihat ekspresi onkogen Bcl-2 pada masing-masing kelompok usia.
  2. Kalau dimungkinkan membedakan gambaran histopatologi endometrosis tipik dan atipik dihubungkan dengan ekspresi onkogen Bcl-2.