Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Ekonomi dan Potensi Pengembangan Wilayah di Sragen

Judul Tesis : Analisis Ekonomi dan Potensi Pengembangan Wilayah Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam proses Perencanaan Daerah, analisis fungsi merupakan suatu alat yang efektif untuk melihat kerangka-kerangka umum seperti tersebut di atas, dan secara efektif dapat digunakan untuk melihat kegiatan ekonomi masyarakat yang dikonsentrasikan dalam suatu area tertentu pada lingkungan wilayah pembangunan, sehingga memudahkan para perencana untuk menentukan prioritas-prioritas yang mendorong masyarakat untuk memperoleh fasilitas pelayanan secara mudah.

Kecamatan Gemolong terletak di sebelah utara Ibu Kota Kabupaten Sragen pada jarak 37 km (20 km dari Kota Solo) dengan ketinggian 128 meter dari permukaan air laut. Beriklim tropis dan temperatur sedang. Batas wilayah Kecamatan Gemolong sebelah utara adalah wilayah Kecamatan Sumberlawang, sebelah timur wilayah Kecamatan Tanon, sebelah selatan wilayah Kecamatan Kalijambe , dan sebelah barat wilayah Kecamatan Miri. Jumlah penduduk Kecamatan Gemolong sampai akhir tahun 2009 sebesar 47.398 jiwa terdiri dari 23.456 laki-laki dan 23.942 perempuan. Kepadatan penduduk 1.178 jiwa/km2 dan sex rasio sebesar 976,14.

 

B. Perumusan Masalah

Memperhatikan uraian umum diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah Letak Strategis Kecamatan Gemolong yang berada di perempatan antar kabupaten mempunyai peran penting dan strategis dalam peningkatan perekonomian?
  2. Apakah terjadi perubahan sektor basis ke non basis di Kecamatan Gemolong ?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk :

  1. Mengidentifikasi letak strategis Kecamatan Gemolong yang berada di perempatan antara Kabupaten Grobogan dan Kotamadya Surakarta, serta antara Kabupaten Sragen dengan Kabupaten Boyolali/ Salatiga mempunyai peran penting dalam peningkatan perekonomian.
  2. Mengidentifikasi kawasan industri maupun industri kecil, pertokoan, rumah makan, rumah sakit yang berada di sekitar Kecamatan Gemolong masih mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan.

 

D. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Kecamatan Gemolong berdasarkan aksesibilitasnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi pusat pelayanan di sebelah utara Bengawan Solo karena kedekatannya dengan kabupaten Sragen, Boyolali/ Salatiga, Grobogan maupun Solo, serta karena secara geografis, letaknya berada di perempatan jalur jalan utama Solo- Grobogan dan jalan alternatif utama Sragen – Salatiga/ Semarang.
  2. Jalan lokal primer kondisinya belum memungkinkan untuk transportasi kendaraan besar dengan intensitas yang padat akibatnya ialah sangat terbatasnya dukungan jaringan jalan alternatif bagi aktivitas penduduk di Kecamatan Gemolong . Oleh karena itu, umumnya pergerakan orang, barang, dan jasa di Kecamatan Gemolong tetap saja memanfaatkan jaringan jalan utama yang sudah ada dengan memperhatikan faktor kedekatan jarak.

 

E. Saran

  1. Perlu ditindaklanjuti dengan revisi Rencana Umum Tata Ruang Ibu Kota Ibu Kota Kecamatan Gemolong karena sudah banyak sekali terjadi penyimpangan tata ruang tersebut dengan tetap memperhatikan peraturan yang berada di atasnya, terutama sekali penentuan kawasan pendidikan, kawasan industri, sub terminal, terminal angkutan, kawasan wisata, kawasan perdagangan dan jasa, jalan lingkar, serta koordinasi yang intens antara kecamatan-kabupaten dan PT KAI dalam hal sempadan rel kereta api dengan palang pintunya.
  2. Melakukan kajian kota alternatif seperti pembuatan Kawasan Pengembangan Terpadu, ataupun revisi penyusunan tata ruang kawasan yang lebih komprehensif mengingat kedudukan Masaran, Gemolong, Plupuh dan Kalijambe mempunyai skor yang berurutan dari nomor dua sampai nomor lima sedangkan secara geografis letak lokasi tersebut bersebelahan satu dengan yang lain.