Efisiensi Teknis Perusahaan Daerah BPR/BKK di Jawa Tengah

Judul Skripsi : Analisis Efisiensi Teknis Perusahaan Daerah BPR/BKK di Provinsi Jawa Tengah

A. Latar Belakang Masalah 

Pengukuran inefisiensi sebenarnya tidak akan mengalami kendala jika bank hanya memiliki satu input dan satu output saja dalam produksinya. Namun hal ini jarang dijumpai karena bank biasanya memerlukan multi input dan menghasilkan berbagai output. Penelitian ini akan mengukur efisiensi perusahaan daerah BPR/BKK di Jawa Tengah dilihat dari 2 pendekatan mengenai fungsi bank, yaitu pendekatan produksi dan pendekatan intermediasi. Pertimbangan mengapa penelitian ini hanya menggunakan 2 pendekatan tersebut adalah karena diasumsikan bahwa perbankan secara simultan terjadi dua tahap proses. Selama tahap produksi bank mengumpulkan deposit dengan menggunakan sumber-sumbernya, tenaga kerja dan kapital fisik. Bank menggunakan manajerialnya dan marketing skill dalam tahap intermediasi untuk mentransform deposit ini menjadi pinjaman atau kredit.

Penelitian ini juga meneliti tingkat efisiensi PD. BPR/BKK menurut wilayah kabupaten dan kota dengan asumsi antara kabupaten dan kota terdapat perbedaan baik secara geografis, demografis maupun sosial ekonomi sehingga diasumsikan perbedaan-perbedaan tersebut akan mempengaruhi pencapaian tingkat efisiensi PD. BPR/BKK di masing-masing wilayah.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah kinerja Perusahaan Daerah BPR/BKK di Provinsi Jawa Tengah dilihat dari tingkat efisiensi teknis?
  2. Apakah terdapat perbedaan tingkat efisiensi teknis antara Perusahaan

 

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang dan perumusan masalah, tujuan penelitian ini sebagai berikut :

  1. Mengetahui kinerja Perusahaan Daerah BPR/BKK di Provinsi Jawa Tengah dari tingkat efisiensi teknis.
  2. Mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat efisiensi teknis antara Perusahaan Daerah BPR/BKK di Kabupaten dengan Perusahaan Daerah BPR/BKK di Kota Provinsi Jawa Tengah.

 

D. Kesimpulan

  1. Tingkat efisiensi PD. BPR/BKK di Jawa Tengah dalam fungsi produksi dan intermediasi belum mencapai efisiensi 100% ( rata-rata sebesar 97,56 % dan 96,99% ). Tingkat efisiensi untuk BPR/BKK Kabupaten juga belum mencapai 100%, pada fungsi produksi sebesar 97,06% dan pada fungsi intermediasi sebesar 96,37%. Sedangkan untuk BPR/BKK Kota semuanya sudah mencapai efisiensi 100%.
  2. Hasil penelitian menunjukkan kinerja PD. BPR/BKK dalam fungsi produksi (menyerap dana dari masyarakat) secara keseluruhan terlihat lebih efisien dibandingkan kinerjanya dalam fungsi intermediasi (menyalurkan dana ke masyarakat).
  3. Secara keseluruhan lebih dari 70% PD. BPR/BKK di Provinsi Jawa Tengah di tahun 2008 telah mencapai tingkat efisiensi 100%.
  4. Masih terdapat bank yang efisien dalam menyerap dana namun belum efisien dalam menyalurkannya sebaliknya juga masih terdapat bank yang sebetulnya sudah efisien dalam menyalurkan dana namum belum efisien dalam menyerap dana.

 

E. Saran

Hasil pengujian DEA dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya meningkatkan efisiensi bank. Bank dapat melakukan pendekatan minimasi input agar efisiensinya meningkat, pendekatan ini mudah dilaksanakan oleh bank karena fokusnya pengurangan penyerapan yang sebenarnya sudah mampu dilakukan. Namun pendekatan minimasi tersebut memiliki kelemahan menurunkan kapital serapan bank, sehingga kalaupun Daerah BPR/BKK di Kabupaten dengan Perusahaan Daerah BPR/BKK efisiensi dapat dinaikkan namun bank sulit menjadi besar bahkan cenderung menurun dari sisi serapan dana masyarakat. di Kota Provinsi Jawa Tengah.