Analisis Efisiensi – Strategi Pemasaran Komoditi Buah Lokal

Judul Skripsi : Analisis Efisiensi dan Strategi Pemasaran Komoditi Buah Lokal di Kabupaten Bogor

A. Latar Belakang 

Kabupaten Bogor merupakan wilayah agraris yang 60 % penduduknya bekerja di sektor pertanian, tetapi sumber pendapatan penduduknya justru bersumber dari sektor lain. Hal ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi para petani khususnya masalah pemasaran komoditi pertanian termasuk buahbuahan. Petani masih melakukan sistem pemasaran tradisional yang tidak terpadu, ada ketimpangan peranan antara petani dengan pelaku pasar lainnya. Petani masih sulit melepaskan diri dari keterkaitannya dengan para pedagang pengumpul dan juga seringkali menjadi pihak yang hanya memperoleh bagian sangat kecil dalam sistem pemasaran. Permasalahan tersebut berkaitan dengan efisiensi dan sistem pemasaran komoditi buah lokal, oleh karena itu diperlukan suatu kajian tentang efisiensi pemasaran serta perumusan strategi untuk perbaikan efisiensi pemasaran buah lokal.

Penelitian ini berfokus pada tiga komoditi buah lokal yaitu manggis, jambu biji, dan belimbing dengan pertimbangan ketiganya memiliki nilai LQ (Location Quotient) lebih dari satu (Rusmana 2007 : 3). Khusus manggis telah merambah pasar ekspor sehingga menarik untuk dikaji, sedangkan jambu biji dan belimbing berproduksi sepanjang tahun. Ketiganya memiliki kandungan gizi serta khasiat yang tinggi bagi kesehatan tubuh. Keistimewaan manggis adalah memiliki kandungan zat xanthone yang merupakan jenis antioksidan “super” berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Manggis juga kaya vitamin dan serat. Jambu biji merupakan sumber vitamin A, B-tiamina (B1), riboflavin (B2), vitamin C dan mineral yang tinggi. Buah belimbing memiliki  keistimewaan mengandung vitamin A dan C yang merupakan antioksidan yang ampuh melawan radikal bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh. Belimbing manis juga kaya pektin yang mampu menjerat kolesterol, mencegah hepatitis, dan asam empedu yang terdapat dalam usus dan membantu pembuangannya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana struktur, perilaku, dan kinerja pasar yang ada pada pemasaran buah lokal di Kabupaten Bogor ?
  2. Bagaimana efisiensi sistem pemasaran buah lokal di Kabupaten Bogor ?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

  1. Menganalisis struktur, perilaku, dan kinerja pasar komoditi buah lokal di Kabupaten Bogor.
  2. Mengetahui tingkat efisiensi sistem pemasaran buah lokal di Kabupaten Bogor.

 

D. Kesimpulan

1. Sistem pemasaran manggis di Kabupaten Bogor terdiri dari lima saluran dan saluran yang paling efisien adalah saluran lima (petani-koperasi-pedagang pengecer-konsumen lokal) karena hanya melibatkan lembaga koperasi dan pedagang pengecer dengan total marjin 33,33 % dan farmer’s share 66,67 %.

2. Sistem pemasaran jambu biji di Kabupaten Bogor terdiri dari tiga saluran dan saluran yang paling efisien adalah saluran dua (petani-pedagang pengumpulpedagang besar-pedagang pengecer II-konsumen non lokal) karena petani mendapatkan harga yang lebih tinggi dibanding saluran lain dengan total marjin 64,29 % dan farmer’s share 35,71 %.

 

E. Saran

1. Kemitraan usaha yang berbasis agribisnis perlu dibangun guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Kemitraan usaha tersebut harus melibatkan lembaga ekonomi masyarakat (koperasi), lembaga perkreditan, pengusaha tani (petani), dan pengusaha atau dengan kata lain mengusahakan pola pemasaran terpadu.

2. Koperasi berbasis agribisnis harus dapat menunjang berkembangnya subsistem agribisnis (perdagangan saprotan, kegiatan usaha tani, pengolahan hasil, layanan pendukung), penyedia informasi pasar, dapat menerapkan teknologi pertanian, dan pelaku utama kegiatan agroindustri. Kegiatan unit usaha ini akan menimbulkan multiplier effect ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

Incoming search terms: