Efektivitas Pelaksanaan Beras Bersubsidi Untuk Raskin

Latar Belakang Masalah Program Beras Bersubsidi

Program Raskin mendistribusikan sejumlah subsidi ekonomi dari pemerintah kepada para Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), fakta menyatakan bahwa program ini menjadi rentan terhadap masalah manipulasi. Keberadaan subsidi ekonomi menjadi godaan bagi seseorang anggota masyarakat untuk mengajukan diri sebagai RTSPM, meskipun sesungguhnya mereka ini tidaklah termasuk RTS-PM. Peluang terjadinya manipulasi seperti ini terbuka lebar, karena kriteria yang digunakan untuk menetapkan apakah seseorang RTS-PM sangat beragam cakupannya serta pengukurannya bersifat sangat relatif. Pertanyaan yang relevan adalah bagaimana efektivitas dari pelaksanaan program raskin, dan kebijakan apa saja yang perlu diimplementasikan oleh pemerintah untuk memuat program ini dapat bekerja lebih efektif mencapai tujuannya.

Pagu Alokasi Raskin Tahun 2010 Kota Madiun sejumlah 5.490 RTS-PM dengan alokasi setiap RTSPM akan memperoleh 15 kg beras/bln. Beras 15 kg/setiap bulannya, dengan harga Rp.1.600,-/kg beras. Tim Program Raskin Kota Madiun hanya distribusi raskin sampai di kantor kelurahan sedangkan distribusi raskin sampai ke tangan Rumah Tangga Miskin (RTM) sebagai penerima manfaat dari program raskin ini baik secara perorangan maupun kelompok dilaksanakan oleh Petugas Penyalur Raskin Tingkat Kelurahan dan kecamatan. Data RTS-PM untuk masing-masing kelurahan sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan dan di sampaikan kepada lurah se Kota Madiun beserta Kartu Raskin dan apabila ada perubahan nama dan alamat RTS-PM dari data BPS tersebut karena tidak sesuai dengan kondisi riil di kelurahan maka pihak kelurahan untuk segera menyampaikan hasil verifikasi tersebut Pemerintah Kota Madiun.

Rumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian dalam latar belakang masalah sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu “Apakah pelaksanaan Program Raskin 6T?”.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 2 (dua) bulan dimulai Bulan Desember 2010 s/d Januari 2011 bertujuan untuk Menganalisis pelaksanaan program raskin 6T.

Kesimpulan

Dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulan, yaitu pelaksanaan program Raskin di daerah penelitian pada tahun 2008-2010 telah memberikan bantuan raskin yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin yang menjadi kelompok targetnya (kelompok RTM). Kota Madiun dalam pelaksanaannya secara umum telah memenuhi kriteria berdasarkan ketentuan indikator 6T, yaitu:

  1. Tepat sasaran , pelaksanaannnya sesuai Pedoman Umum Raskin.
  2. Tepat jumlah, pelaksanaannnya tidak sesuai Pedoman Umum Raskin.
  3. Tepat harga, pelaksanaannnya sesuai Pedoman Umum Raskin.
  4. Tepat qualitas, pelaksanaannnya sesuai Pedoman Umum Raskin.
  5. Tepat administrasi, pelaksanaannnya sesuai Pedoman Umum Raskin.
  6. Tepat waktu, pelaksanaannnya tidak sesuai Pedoman Umum Raskin.

Pemerintah Kota Madiun memberikan perhatian yang besar terhadap warganya sehingga kebijakan pemberian Raskin melebihi ketentuan yang menguntungkan Rumah tangga miskin. Hal ini didukung oleh adanya monitoring dan evaluasi dari Tim Raskin Kota Madiun. Selain itu, adanya kesadaran yang tinggi di tingkat masyarakat penerima raskin. Baik secara sadar bahwa tidak termasuk dalam kategori miskin, maupun menyadari bahwa bukan lagi sebagai rumah tangga miskin.

Saran

Secara garis besar hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah Kota Madiun telah berhasil melaksannakan Program Raskin dengan baik. Hal ini perlu di pertahankan, agar pelaksanaan untuk tahun-tahun berikutnya menjadi lebih baik dan ketepatan sasaran.