Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Belanja Daerah Kabupaten Ngawi Di Era Otonomi Daerah

Latar Belakang Masalah Belanja Daerah 

Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2010 Belanja daerah disusun dengan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari yang direncanakan dan diupayakan agar Belanja Langsung mendapat porsi alokasi yang lebih besar dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Modal mendapat porsi alokasi yang lebih besar dari Belanja Pegawai atau Belanja Barang dan Jasa. Aji Sofyan Effendi, mengatakan, belanja publik idealnya 60 sampai 70 persen dari nilai APBD (Kompas 2 Pebruari 2009) .

Jika dibandingkan antara teori dengan kenyataan yang terjadi di Tahun 2010, komposisi pengalokasian belanja daerah terhadap belanja langsung dan tidak langsung yang terjadi di Kabupaten Ngawi tidak memenuhi syarat komposisi ideal karena belanja pemerintah daerah secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kualitas pelayanan publik dan mendorong aktivitas sektor swasta Kabupaten Ngawi.

Berdasarkan uraian di atas dan fenomena yang terjadi di lapangan, khususnya di Kabupaten Ngawi, untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan belanja daerah terhadap belanja langsung dan belanja tidak langsung dan mengetahui apakah memang selalu tidak memenuhi syarat setiap tahunnya atau mungkin hanya terjadi di Tahun 2010 saja kejadian itu terjadi. Oleh karena itu, maka penelitian untuk mencari tahu bagaimana pertumbuhan belanja dan proporsi komposisi belanja daerah menurut kelompok dan jenisnya di Kabupaten Ngawi serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngawi di era otonomi daerah.

Perumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan diatas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana pertumbuhan belanja daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2003-2010 ?
  2. Bagaimana proporsi belanja tidak langsung dan belanja langsung terhadap belanja daerah di Kabupaten Ngawi Tahun 2003-2010

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui pertumbuhan Belanja Daerah Kabupaten Ngawi dari Tahun 2003 – 2010.
  2. Mengetahui proporsi belanja tidak langsung dan belanja langsung terhadap belanja daerah Tahun 2003-2010.

Kesimpulan

  1. Pertumbuhan belanja daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2003-2010 angka pertumbuhannya fluktuatif dengan pola kecenderungan menurun selama 2003-2010, dengan rata-rata pertumbuhan belanja daerah Kabupaten Ngawi selama 8 tahun terakhir sebesar 17,77 % sedangkan perkembangan realisasi belanja daerah secara nominal menunjukan kecenderungan meningkat.
  2. Proporsi belanja tidak langsung terhadap belanja daerah di Kabupaten Ngawi Tahun 2003-2010 memiliki kecederungan meningkat, sebaliknya proporsi belanja langsung terhadap belanja daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2003-2010 memiliki kecenderungan menurun dengan perbandingan 15,19% : 84,81% di Tahun 2003 menjadi 69,98 % : 30,02 % di Tahun 2010.

Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan atas beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk mengerakan pembangunan melalui belanja daerah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah di Kabupaten Ngawi.Dengan keterbatasan dana dalam APBD, Pemerintah Kabupaten Ngawi diharapkan dalam mengalokasikan belanja daerahnya secara proporsional dan penajaman prioritas dalam pengeluaran APBD harus menjadi kebijakan utama dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas.

Dengan struktur pengeluaran APBD yang sangat didominasi pengeluaran rutin terutama belanja pegawai. Hal yang dapat dilakukan dengan mengurangi laju pertumbuhan jumlah pegawai namun apabila jumlah pegawai yang besar tersebut disertai dengan produktivitas, diharapkan pencapaian standar pelayanan minimal dalam berbagai layanan dasar bisa lebih cepat terwujud sehingga mampu memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.