Analisa Kelayakan Teknis – Lingkungan Biocoal Briket Campuran Batubara

Latar Belakang Analisa Kelayakan Teknis – Lingkungan

Adanya perbedaan karakteristik antara campuran batu bara dan biomassa sebagai biocoal briket dengan kayu bakar, maka akan memberi dampak berbeda pula terhadap kualitas biocoal briket dibandingkan dengan kualitas kayu bakar. Juga penggunaan biocoal briket dalam skala besar sebagai bahan bakar akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan.

Kelayakan Teknis - Lingkungan
Kelayakan Teknis – Lingkungan

 

Merujuk pada 14 asas lingkungan, maka penelitian ini akan sejalan dengan asas 1 dan asas 2. Dalam asas 1 lingkungan dinyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, hanya berubah sesuai dengan hukum Termodinamika I tentang hukum kekekalan energi. Selanjutnya di asas 2 lingkungan dinyatakan bahwa semua proses pengubahan tidak cermat.

Maknanya akan muncul entropi (Hukum Termodinamika II) dari setiap aktifitas pemanfaatan energi. Entropi tersebut akan menimbulkan pencemaran pada lingkungan. Terpenuhinya asas lingkungan dalam cakupan penelitian ini sekaligus memasukkannya dalam lingkup lingkungan. Penelitian tentang biocoal briket layak untuk dikatagorikan sebagai penelitian lingkungan.

Perumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian adalah

  1. Bagaimanakah kelayakan teknis biocoal briket substitusi kayu bakar dengan mengacu kepada SNI tentang kualifikasi dan mutu briket.
  2. Bagaimanakah kelayakan lingkungan dengan parameter besarnya kandungan PAH (Poli Aromatik Hidrokarbon) yang dihasilkan dari proses pembakaran biocoal briket mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Tujuan Penelitian

Tujuan-tujuan tersebut adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi yang ideal antara batu bara, jerami, dan binder (tepung kanji) sebagai biocoal briket substitusi kayu bakar agar sesuai SNI mengenai kualifikasi dan mutu briket.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data hasil uji laboratorium untuk kelayakan teknis dan kelayakan lingkungan terhadap 12 sampel biocoal briket substitusi kayu bakar, maka dapat ditarik kesimpulan adalah hasil penelitian untuk analisis kelayakan teknis yang terdiri dari parameter : Nilai Kalor, Kuat Tekan, Kadar Air, Kadar Abu, Zat Terbang, Belerang Tota , dan Titik Nyala terhadap 12 sampel biocoal briket, maka sampel biocoal briket dengan komposisi takaran batu bara 1,125 kg, jerami 0,5 kg, dan binder 0,250 kg (sampel B) yang memenuhi SNI 4931:2010 tentang kualifikasi briket.

Besarnya nilai dari parameter Analisa Kelayakan Teknis – Lingkungan untuk biocoal briket tersebut adalah :

  1. Nilai Kalor sebesar 5693,295 kkal/kg,
  2. Kuat Tekan sebesar 60 kgf,
  3. Kadar Air sebesar 11,50%,
  4. Kadar Abu sebesar 3,84%,
  5. kandungan Zat Terbang sebesar 45,79% adb,
  6. Belerang Total sebesar 1,61% adb, dan
  7. Titik Nyalanya sebesar 360 ºC.

Saran Analisa Kelayakan Teknis – Lingkungan

Berdasarkan pada hasil penelitian terhadap kelayakan teknis dan kelayakan lingkungan terhadap 12 sampel biocoal briket, maka dapat diajukan beberapa saran dalam rangka mengoptimalkan biocoal briket sebagai sumber bahan bakar alternatif substitusi kayu bakar, antara lain :

  1. Perlu penelitian dan pengkajian lebih mendalam terhadap pembuatan biocoal briket agar memiliki kelayakan teknis untuk bisa menggantikan peran kayu bakar dalam industri genteng dan industri batu bata di Kabupaten Sukoharjo.
  2. Perlunya pembinaan dan pelatihan bagi para pengusaha genteng dan pengusaha batu bata dalam pembuatan biocoal briket sebagai pengganti kayu bakar, sehingga kebutuhan terhadap bahan bakar bisa dipenuhi secara mandiri.