Adaptasi Film Sonnenallee ke dlm Novel Am Kürzeren Ende Der Sonnenallee

Judul Tesis : Adaptasi Film Sonnenallee ke dalam Novel Am Kürzeren Ende Der Sonnenallee : Kajian Perbandingan

 

A. Latar Belakang Permasalahan

Langkah membanding-bandingkan merupakan proses yang biasa ditemukan pada hampir setiap penelitian. Kita dapat mehahami fungsi, jenis, dan amanat sastra, misalnya, hanya dapat dipahami lebih baik lagi jika dibandingkan dengan hal lain. Hal ini berlaku juga untuk menganalisis proses adaptasi dari film ke novel ataupun sebaliknya. Seseorang akan dapat lebih mudah memahami suatu masalah dengan cara membandingkan satu hal dengan hal lainnya. Meneliti suatu hal dengan melihatnya dari perspektif yang berbeda dapat membantu peneliti untuk melihat suatu hal itu penting atau tidak. Melihat sesuatu hanya dari satu hal saja tentunya akan membawa kita jalan di tempat.

Dalam perkembangannya, dunia sastra dan film berkolaborasi untuk menciptakan karya-karya yang dapat dinikmati oleh khalayak banyak. Baik di Indonesia maupun di dunia luar, tampak adanya usaha untuk membukukan film atau mencoba membuat karya novel yang berdasarkan atas film. Film yang merupakan perpaduan antara suara dan visualisasi dari gambar-gambar bergerak coba dibukukan oleh penulis novel menjadi rangkaian kalimat-kalimat dalam buku.

 

B. Rumusan Masalah

Film Sonnenallee dan novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee memiliki kekhasan dengan adanya memori kolektif bangsa Jerman akan masa lalunya. Permasalahan yang akan diangkat dalam tesis ini adalah bagaimana perubahan unsur-unsur penceritaan dan penyajian dalam adaptasi antara dua media yang berbeda yaitu film Sonnenallee dan novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee.

 

C. Tinjauan Pustaka

Analisis Alur Penyajian

Pembahasan tentang usaha untuk menyelamatkan surat cinta Micha yang jatuh ke zona terlarang (Todesstreifen) dan deskripsi tentang sekolah dansa (Tanzschule) yang dominan di novel adaptasi Am kürzeren Ende der Sonnenallee justru tidak dapat ditemukan di film Sonnenallee. Demikian juga sosok pengawas yang sering ditonjolkan di film Sonnenallee dan mendapatkan peran yang cukup dominan namun di dalam novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee tidak mendapatkan sorotan yang khusus. Untuk memperlihatkan secara lebih jelas mengenai pendistribusian cerita, peristiwa, dan sekuen dalam cerita Sonnenallee, peneliti terlebih dahulu membuat Satuan Isi Cerita Film untuk kemudian dijabarkan di dalam tabel distribusi.

Tokoh dan Penokohan dalam Film Sonnenallee dan Novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee

Pembahasan mengenai tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu cerita naratif diperlukan untuk mengetahui interaksi antar tokoh dalam suatu ruang sosial yang dihadirkan pengarang dalam suatu cerita. Selain itu dengan mengetahu konstelasi antar tokoh, dapat memudahkan penulis dalam menganalisa peristiwa dan konflik yang terjadi. Pembahasan mengenai tokoh dalam penelitian ini akan dibagi menjadi dua, yaitu tokoh-tokoh yang hadir di dalam novel dan tokoh-tokoh yang hadir di film. Baik di dalam film Sonnenallee dan novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee banyak terdapat tokoh-tokoh, namun tokoh yang akan dibahas adalah tokoh-tokoh yang paling sering muncul dalam cerita dan ikut mempengaruhi jalannya cerita. Diantara tokoh-tokoh yang akan dibahas adalah Micha, Miriam, Mario, Wuschel, Bapak Micha, Ibu Micha, Paman Heinz, Kakak perempuan Micha, kakak laki-laki Micha, ABV, Kepala sekolah.

 

Latar Ruang Film Sonnenallee dan Novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee

Film Sonnenallee dan Novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee memiliki beberapa latar ruang yaitu taman bermain, kediaman keluarga Micha, sekolah,perbatasan Berlin Barat-Berlin Timur, apartemen orang tua Mario, apartemen Miriam, kamar Micha, kamar pacar Mario, ruang tempat sekolah dansa. Mengenai latar ruang, terdapat perbedaan antara film Sonnenallee dan novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee, yaitu ketiadaan latar sekolah dansa di film dan ketiadaan latar kamar pacar Mario di novel. Adegan dansa yang terdapat di novel ditampilkan di dalam film dalam bentuk adegan dansa di sekolah, sementara itu adegan di kamar pacar Mario yang hadir di film tidak dapat ditemukan di novel.

 

D. Metodelogi Penelitian Tesis

Penelitian ini membahas proses adaptasi dari film Sonnenallee ke dalam novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee dilihat dari struktur penceritaan dan penyajiannya.

Penelitian ini menggunakan teori sintagmatik dan paradigmatik, dan teori sekuensi yang digagas oleh Roland Barthes untuk mendapatkan hubungan logis sebab-akibat. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori adaptasi yang digagas oleh Linda Hutcheon untuk memahami hakikat dan proses adaptasi.

 

E. Kesimpulan

Dari hasil perbandingan antara film Sonnenallee dan novel Am kürzeren Ende der Sonnenallee dapat ditarik kesimpulan bahwa kisah kesejarahan dan poltik masa lampau masih menjadi daya tarik bagi dunia kesusastraan dan perfilman di Jerman. Memori kolektif yang ada pada bangsa Jerman merupakan modal dalam menghidupkan dan mengembangkan kesusastraan di Jerman. Satu hal yang pasti dari cerita Sonnenallee adalah bahwa bangsa Jerman memiliki masa lalu yang tidak pernah benar-benar berlalu. Masa lalu menjadi hal yang tak bisa dipisahkan dari pribadi warga Jerman. Masyarakat Jerman khususnya belum benar-benar bisa mengelola masa lalunya sehingga sampai saat ini masih terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu tersebut.

Contoh Tesis Adaptasi Novel

  1. Adaptasi film Biola Tak Berdawai ke dalam novel (kajian perbandingan)
  2. Adaptasi film sonnenallee ke dalam novel am k rzeren ende der sonnenallee (kajian perbandingan)